Minggu, 30 Januari 2011

Sukses pun berawal dari kesalahan

Colombus melakukan "kesalahan" yang besar dalam perjalannya mencari jalur ke India, karena ia malahan menemukan benua Amerika. Bertahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti "kesalahan" tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka. Masihkah bisa dianggap sebagai kesalahan?

Bagaimana dengan sejarah ditemukannya coklat? Bagaimana terjadinya aspal, bensin dan minyak? Tahukah sampeyan sejarah pembuatan teh? Dan banyak lagi proses barang-barang yang ada di sekitar semua. Tidak semuanya tercipta dengan sengaja, namun lebih dominan dari ketidaksengajaan dan kesalahan. Aneh kan?

Sekarang, bila anda merasa tidak pernah melakukan kesalahan atau kegagalan, maka anda memiliki problem yang sangat serius. Hampir dipastikan situ sedang berjalan di tempat atau tidak melakukan apa-apa. Dirimu tidak melangkah satu jengkalpun. SUNGGUH! sampeyan harus melakukan kaji-ulang tentang pergerakan sampeyan menuju sukses.

Namun bila situ melakukan kesalahan, berarti situ telah berbuat sesuatu, dan kesalahan itu membisikkan pada kita sesuatu yang lebih baik untuk kita kerjakan. Sesuatu yang benar yang seharusnya kita kerjakan. Kesalahan adalah sebuah petunjuk (?)

Anda sedang berada di padang pasir yang luas. Terik mentari membakar dan kerongkongan menjadi kering. Anda menemukan secarik kertas yang bertuliskan "Hati-hati. Botol satu berisi air dan yang lain berisi minyak". Ketika harus memilih mana botol yang berisi air untuk mengilangkan dahaga, kemungkinan anda akan memilih botol yang salah karena kedua botol tersebut tertutup rapat dan bentuk botol pun sama.

Setelah situ mengambil botol dan membukanya, ternyata minyak yang didapatkan. Salah memilih. Namun kesalahan ini telah membisikan sesuatu, bahwa botol yang berisi air adalah botol yang satunya lagi. Tuh kan, betapa kesalahan juga bisa menjadi kunci sukses kita menemukan sebotol air.

Lha jika situ tidak memilih sama sekali, maka situ tidak melakukan kesalahan, namun sampai kapan pun sampeyan tidak mengetahui mana botol berisi air. Saya yakin lama kelamaan sampeyan akan mati kehausan.

Berbuat cermat sangat penting, namun dalam kondisi tertentu kita perlu mengambil risiko. Dan bila kesalahan itu terjadi, maka dengarkan bisikannya. Patuhi, karena kesalahan tidak pernah bohong saat membisikan pada kita sebuah jalan yang harus kita ambil.


sumber : Time to Change, Hari Subagja

digoreskan oleh sayurs

0 comments: