Selasa, 10 Desember 2013

Map IP Address
Powered byIP2Location.com

Read More......

Minggu, 30 Januari 2011

Mendung kelam

Mendung menutupi langit. Dia memandangi tirai gerimis. Ada sesuatu yang lelap dalam kemurungan hidupnya.
Ada rasa hampa di dalam dadanya. Kepahitan. Ketidak-pahaman. Pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban. Dengan raga terbui, dia biarkan pikirannya melayang lepas. Melesat jauh. Dari masa lalunya yang kelam ke masa depannya yang muram. Tidak! Tidak satupun, baik kekuasaan karena materi maupun kekuatan fisik, yang mampu membelenggu pikirannya. Dengan segudang sesal, segudang harapan yang kandas serta segudang rasa perih di hati dia menatap nanar jauh ke luar, ke tirai gerimis yang sedang memeluk bumi.

Berdosakah dia? Tidakkah suatu kesalahan sering terjadi justru karena ketidakmampuan seseorang untuk menolak kondisi pahit yang mengungkungnya? Dan bukankah kondisi itu justru sering kitalah yang menciptakannya? Dengan sedih kutatap matanya yang hampa. Segala kenangan indah bersamanya dulu, baik atau buruk, kini tersisa samar-samar bagai selaput tipis dalam waktu. Dia telah berupaya untuk melepaskan diri dari narkoba yang telah meracuni tubuhnya. Tetapi berkali-kali pula dia gagal. Lamat-lamat kukenang kata-katanya dulu: “Aku hanya mencari cinta, bro, hanya cinta…”

Ah.. cinta. Salahkah dia bila ternyata kita, sebagai masyarakat yang melingkunginya, gagal memberinya cinta? Salahkah dia bila kemudian dia merasa menemukan cinta bersama narkobanya? Salahkah dia? Bukankah luka-luka yang kini ditanggungnya adalah luka-luka kita pula? Jadi sanggupkah kita menghakiminya? Betapa sering kita hanya mempersalahkan tanpa merasa perlu untuk bertanya mengapa. Betapa sering kita hanya mendakwa tanpa merasa perlu untuk mencari tahu sebabnya. Kita malas dan enggan untuk menghadapi dan menerima akar permasalahan yang sesungguhnya.

Kita mencari gampangnya saja. Dengan mempersalahkan kita pun dapat cuci tangan dan berguman “itu salahnya sendiri, bukan salah kami.” Dengan mudah kita sembunyikan keengganan kita dibalik kata-kata gegap gempita: Lawan Narkoba!

“Aku hanya mencari cinta,” katanya. Dan kita ternyata gagal memberikannya. Ya, kita seringkali gagal memberikan cinta, baik kepada keluarga maupun sesama kita yang sedang berada dalam kesulitan. Kita meninggalkan orang-orang yang kesepian. Dan kita membiarkan keterasingan dari dunia sekeliling menutup jalan ke dalam hati kita. Kita bahkan membiarkan hati kita yang dipenuhi dengan rasa cinta tenggelam hanya dalam rindu tanpa berbuat apa-apa. Mungkin karena kita terlalu terlena dengan kepentingan diri kita sendiri. Mungkin karena kita lupa akan derita orang lain saat kita sendiri mengalami penderitaan. Pada akhirnya, kita semua kehilangan cinta. “Sayangilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” itulah perintah dari Yang Maha Penyayang kepada kita semua. Masih ingatkah kita?

Aku melangkah sendirian di lorong panti rehabilitasi ini. Derap kakiku bergema di ruang kosong, memantul dari tembok ke tembok. Dari wajah hampa satu ke wajah hampa lainnya. Dari kamar-kamar yang bisu dan tubuh-tubuh yang layu ke jiwa-jiwa yang merana. Hanya ada suara gerimis memecah sepi. Suara gerimis dari cinta yang telah terlupakan. Langit masih mendung.

digoreskan oleh sayurs

Read More......

Sukses pun berawal dari kesalahan

Colombus melakukan "kesalahan" yang besar dalam perjalannya mencari jalur ke India, karena ia malahan menemukan benua Amerika. Bertahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti "kesalahan" tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka. Masihkah bisa dianggap sebagai kesalahan?

Bagaimana dengan sejarah ditemukannya coklat? Bagaimana terjadinya aspal, bensin dan minyak? Tahukah sampeyan sejarah pembuatan teh? Dan banyak lagi proses barang-barang yang ada di sekitar semua. Tidak semuanya tercipta dengan sengaja, namun lebih dominan dari ketidaksengajaan dan kesalahan. Aneh kan?

Sekarang, bila anda merasa tidak pernah melakukan kesalahan atau kegagalan, maka anda memiliki problem yang sangat serius. Hampir dipastikan situ sedang berjalan di tempat atau tidak melakukan apa-apa. Dirimu tidak melangkah satu jengkalpun. SUNGGUH! sampeyan harus melakukan kaji-ulang tentang pergerakan sampeyan menuju sukses.

Namun bila situ melakukan kesalahan, berarti situ telah berbuat sesuatu, dan kesalahan itu membisikkan pada kita sesuatu yang lebih baik untuk kita kerjakan. Sesuatu yang benar yang seharusnya kita kerjakan. Kesalahan adalah sebuah petunjuk (?)

Anda sedang berada di padang pasir yang luas. Terik mentari membakar dan kerongkongan menjadi kering. Anda menemukan secarik kertas yang bertuliskan "Hati-hati. Botol satu berisi air dan yang lain berisi minyak". Ketika harus memilih mana botol yang berisi air untuk mengilangkan dahaga, kemungkinan anda akan memilih botol yang salah karena kedua botol tersebut tertutup rapat dan bentuk botol pun sama.

Setelah situ mengambil botol dan membukanya, ternyata minyak yang didapatkan. Salah memilih. Namun kesalahan ini telah membisikan sesuatu, bahwa botol yang berisi air adalah botol yang satunya lagi. Tuh kan, betapa kesalahan juga bisa menjadi kunci sukses kita menemukan sebotol air.

Lha jika situ tidak memilih sama sekali, maka situ tidak melakukan kesalahan, namun sampai kapan pun sampeyan tidak mengetahui mana botol berisi air. Saya yakin lama kelamaan sampeyan akan mati kehausan.

Berbuat cermat sangat penting, namun dalam kondisi tertentu kita perlu mengambil risiko. Dan bila kesalahan itu terjadi, maka dengarkan bisikannya. Patuhi, karena kesalahan tidak pernah bohong saat membisikan pada kita sebuah jalan yang harus kita ambil.


sumber : Time to Change, Hari Subagja

digoreskan oleh sayurs

Read More......

Pada pagelaran wayang, ada scene yang namanya goro-goro

yang menampilkan punakawan sebagai selingan di tengah malam. Jika babak itu tidak ada, pertunjukan kira-kira hanya akan berisi sidang-sidang resmi para raja dengan segenap kadang sentana kraton, perundingan bilateral penyelesaian konflik-konflik, menentukan batas wilayah negara, pembunuhan, latihan kemiliteran, perang, intrik dan usaha saling memusnahkan demi memuaskan ambisi politik masing-masing pihak yang terlibat.


Alangkah mengerikan. Betapa ganjil kehidupan dalam dunia semacam itu. Rasanya tak seorang pun yang memimpikan terciptanya tatanan hidup seperti itu. Perang, tindak kekerasan dan pengerahan personil militer untuk saling membunuh, yang bisa terjadi di zaman mana pun juga, selalu mengundang ketakutan dan kengerian. Tentara pun kalau kelewat sering perang, mungkin juga akan bosan.


Apa yang akan terjadi jika dunia menolak kehadiran goro-goro dan hidup kemudian cuma berisi sidang-sidang resmi, perundingan antar negara, konflik-konflik dan peperangan? Peter L. Berger, sosiolog beken itu, pasti akan mencibir sinis. Baginya, hidup tentu akan melulu jadi tumpukan fakta dan data, kering tanpa humor, tanpa kecenderungan tersenyum. Sulit membayangkan hidup tanpa senyum. Hidup tanpa goro-goro tentu sangat disesalkan. Bukan karena lantas tak ada senyum itu, tapi hidup tanpa goro-goro cuma menjadi semacam usaha melanggengkan otoritarianisme dan kemunafikan.


Semar, Petruk, Gareng dan Bagong, dalam goro-goro itu membuat guyon. Orang Jawa menyebutnya guyon pari keno (gurauan tapi mengena sasarannya). Kita bisa menyebut goro-goro macam itu sebagai kritik. Dalam tradisi kebudayaan politik Jawa, kata Mohamad Sobary, kritik wong cilik diterima jika kritik itu dibungkus gurauan halus dan bila jelas bahwa kritik itu memang tidak dilatarbelakangi tujuan-tujuan politis atau pamrih-pamrih tertentu.


Adakah orang yang melancarkan kritik tanpa pamrih seperti itu? Inilah persoalan yang sering merunyamkan dalam hubungan antara rakyat dengan pemerintah. Sebenarnya kritik dilahirkan guna menjaga keseimbangan. Tapi penguasa memang bukan wong cilik. Penguasa khawatir terhadap apa yang disebut “dampak”. Jadi maklum saja jika ada seniman dicekal, lagu disomasi, drama tak boleh dipertunjukkan, pertimbangan pokoknya adalah dampak itu tadi. Maunya suara yang terdengar hanya yang menyenangkan dan serba baik. Tak mengkhawatirkan akan timbulnya dampak. Terkesan tak ada sesuatu yang mengancam.


Pada beberapa waktu lalu, adegan goro-goro dialih fungsikan. Jadi sarana penunjang program KB, kesehatan, transmigrasi, koperasi. Intinya program pembangunan. Tapi apa yang terjadi jika goro-goro hanya melulu menyanyikan “lagu” pesanan? Ada suara yang hilang, pasti, yang tak bisa kita dengar. Di sana tak ada lagi ketulusan. Yang ada hanya sejumlah kepentingan-kepentingan terselubung, yang justru muncul tak terduga dari kalangan sendiri.


Jangan-jangan, selanjutnya, cermin di depan kita pun takut memantulkan wajah kita yang sebenarnya karena cermin pun tiba-tiba bisa bermain-main, pura-pura baik, pura-pura setia, pura-pura kawan. Selebihnya kita nampak berkuasa, kokoh, stabil dan mantap. Tapi mungkin keropos di dalamnya.


Ah piye yo…..


digoreskan oleh sayurs

Read More......

mencintai tanah

Gara-gara sikapnya yang terlalu tamak untuk memiliki tanah, seorang petani Rusia pernah mengalami nasib tragis. Leo Tolstoy dalam bukunya, Tuan dan Hamba, menceritakan, petani itu pindah dari rumah dan menjual segala miliknya untuk membeli tanah di tempat yang baru. Tanah di sana lebih subur untuk ditanami gandum dan harga tanah itu jauh lebih murah daripada di tempat asalnya.

Ditempat baru itu belum begitu lama, dia mendengar berita bahwa di tempat lain ada lagi tanah yang lebih subur dengan harga sangat murah. Di sana orang boleh menguasai tanah seluas apapun dengan sedikit bayaran. Ukuran tanah bukan meter, bukan pula hektar, melainkan sejauh apa kemampuan lari dari pagi sampai sore, dan wilayah yang sudah dicapai itu boleh diklaim sebagai miliknya.

Petani itu berlari sekuat tenaga mengitari dataran luas, untuk kembali lagi ke titik awal di kaki bukit sebelum matahari terbenam. Kakinya terluka, nafasnya hampir out tapi ia tak peduli. Ia terus berlari dan berlari. Dalam pikirannya hanya ada satu hal: tanah, tanah, tanah.

Para saksi yang berdiri di puncak bukit melihat bahwa petani itu sebenarnya berhasil meraih apa yang diinginkan. Dari atas bukit mereka melihat matahari belum terbenam. Namun sang petani tahu, dari tempat yang lebih rendah, matahari telah terbenam di balik bukit. Ia putus asa. Perjuangannya berakhir dengan sia-sia. Dalam keputusasaan itu pandangannya tiba-tiba gelap. Dan ia pun roboh seketika. Mati !

Para saksi bergumam sedih, mungkin juga sinis, “Ia kelewat semangat. Berapapun luas tanah yang ia kehendaki, akhirnya cuma dua meter juga yang ia perlukan”.

Petani di Jawa juga mencintai tanah. Hal yang lumrah. Dalam hal ini petani Rusia dan petani Jawa sama saja. Hanya sifat dan ekspresi cintanya yang berbeda. Toha Mochtar dalam novelnya yang berjudul Pulang menggambarkan keterikatan cinta petani dengan tanahnya secara intens, penggambaran yang didukung penghayatan psikologi sang petani.

“Ingat, Tamin,” kata ayahnya. “Tanah ini adalah yang terbaik di seluruh desa lantaran dibatasi oleh sungai yang tak pernah kering sepanjang musim. Cintailah ini seperti juga nenekmu mengajari aku. Gantungkanlah pengharapan hidupmu di sini, dan bila datang masanya engkau memegang sendiri, jangan kau lepaskan kelak meski sejengkal. Kau harus tahu, bahwa janji hidup dari keturunanmu terletak dalam tanah itu pula, seperti juga ia telah menghidupi nenek moyang kita. Ini adalah pusaka”.

Dalam gambaran Tolstoy, cinta yang bersifat ekspansif, gambaran kerakusan untuk sebanyak-banyaknya memiliki, termasuk apa yang belum di tangan. Sedangkan cinta dalam novel Pulang menyiratkan sekedar dorongan mempertahankan milik yang sudah di tangan. Disana ada sejenis “beban generasi” untuk menjaga keutuhan harta warisan. Ada pula tuntutan menjunjung tradisi, mewariskan kembali apa yang ia terima dari generasi leluhur kepada generasi berikutnya.

Jadi bisa dimengerti jika tanah memiliki pertalian yang begitu ruwet, keterikatan psikologis, tuntutan kemasyarakatan (keharusan mempertahankan hak dan tradisi yang diikat oleh hukum waris) apalagi nilai ekonomis tanah yang begitu penting bagi petani, tentu bisa mengundang persoalan yang kompleks.

Kasus Kedungombo bisa dianggap satu contoh betapa tidak sederhananya persoalan yang berkisar di sekitar tanah. Sengketa sebidang kapling bisa mengundang buntut lebih panjang dan ruwet, bukan hanya hukum, tapi juga politis dan tindakan “pengamanan” oleh aparat negara. Dengan kata lain, tanah bisa menimbulkan pertarungan demi memamerkan siapa lebih kuat, siapa lebih berkuasa.

digoreskan oleh sayurs

Read More......

Read More......

Mahesa Jenar dan 'mantan pejabat


Meninggalkan keluhuran derajat dan kekuasaan sebagai panglima wira
tamtama Kerajaan Demak pada masa Sultan Trenggono, lalu memilih jalan darma sebagai seorang pendekar, berkelana membaur dengan kawula alit. Demikian dikisahkan S.H. Mintardja dalam Naga Sasra dan Sabuk Inten. Seperti umumnya pendekar, Mahesa Jenar hidup bersahaja, jauh dari kemewahan duniawi. Ia sudah mantan, namun baktinya pada negara, kemanusiaan dan nilai luhur masih begitu menggelora.

Manusia jenis apa sang tokoh ini ? Seseorang yang cocok untuk memenuhi kehausan zamannya akan kebutuhan seorang pahlawan pembela rakyat, yang seolah tanpa cela ? Atau tokoh naif kah dia, yang tak bisa memanfaatkan jabatannya untuk segi sosial ekonomi dan politisnya ? Kita tidak tahu pasti. Tindakan sosial sering memiliki motif yang sulit dijelaskan bahkan oleh pelakunya sendiri. Tapi, yang jelas, bila menjadi mantan di saat sekarang ini lalu meniru jalan Mahesa Jenar, maka ia ora keduman, tidak kebagian. Mantan pejabat negri ini tidak suka memilih jalan sepi ing pamrih itu.

Pada zaman kini, para mantan - kata Muhamad Sobary - memiliki dua ciri, menjadi pengusaha yang lebih serius, lebih profesional (dibanding saat masih jadi penguasa), atau berpolitik sebagai oposan. Berbaju kelompok oposisi, para mantan begitu bersemangat menyuarakan kepentingan rakyat, seolah kekacauan kondisi ini baru saja terjadi semalam. Orang kecil pun hanya bisa berbisik di belakang, "Betapa hebat jika sikap itu tampak dari dulu, ketika masih berkuasa. Kayaknya waktu mereka masih di singgasana, kita juga tidak merasakan hidup serba ideal."

"Vokal tanpa kekuasaan di tangan tak ada gunanya. Percuma !" kata seorang teman yang memilih DO dari kampus demi idealismenya.

"Mereka satria yang menghormati atasan. Untuk bersuara, mereka nunggu setelah bukan lagi menjadi bawahan," sahut kang Warjo, sopir angkot yang ngakunya pernah kuliah walau cuma satu semester.

Orang pun enggan menjadi mantan, ingin jumeneng (mempunyai posisi) terus. Kegelisahan rohani, karena orang tak lagi menegur sambil membungkuk lalu suka rela membukakan pintu mobil, pasti melanda. Ditambah lagi gangguan stabilitas sosial ekonomi politik dalam hidup pribadi dan keluarga juga menjadi resiko seorang mantan. Dari itu maka tak mengherankan jika para pejabat itu bersikap lembut pada "rakyatnya" yang di perguruan tinggi. Apalagi saat menjelang akhir jabatan. Mereka berharap perpanjangan "masa bakti" dengan menjadi profesor. Dalihnya, masih merasa terpanggil. Entah suara gaib dari mana yang memanggil.

Sepertinya, mantan adalah gejala yang menakutkan, atau malah wujud dari ketakutan itu sendiri. Kalaupun menjadi mantan sudah tidak bisa lagi terhindarkan, maunya menjadi mantan yang makmur. Mobil dinas tak usah dikembalikan. Fasilitas lain kalau bisa jangan drastis dihentikan. Perlu yang namanya periode transisi. Sementara itu, tradisi makan malam di hotel masih harus dipertahankan. Pokoknya jangan seperti Mahesa Jenar, dingin, sepi, di rimba belantara, jauh dari kafe dan credit card.digoreskan oleh sayurs

Read More......

Kumbakarna

Kumbakarna sudah merasa muak pada kehidupan keraton, maka ia menyendiri di rumahnya Panglebur Gongso, bersama Togog. Sama sekali tidak peduli pada apa yang terjadi di keraton. Pada suatu hari ketenangan negeri Alengka terasa mencurigakan. Suasananya seperti dibuat untuk menyelubungi sesuatu. Naluri Kumbakarna mencium ada yang tidak beres, sesuatu pasti terjadi. Diutuslah Togog, sang abdi dalem, untuk menyelidik.

Dengan kemampuan ekstranya, konon Togog adalah dewa yang ngejawantah - seperti Semar, si abdi ini mampu menyusup ke sumber berita yang layak dipercaya dan paling aktual. Siang itu, setelah sidang kabinet yang melelahkan membujuk Dasamuka agar mengembalikan Shinta, Gunawan Wibisana ditebas oleh Dasamuka. Gunawan roboh dan mati seketika. Kematiannya dirahasiakan. Segenap kawula dan kadang sentana keraton yang ada di dalam istana tidak boleh keluar. Juga sebaliknya, yang di luar tidak diperkenankan masuk. Seluruh pintu dijaga super ketat demi rahasia ini.

Togog segera menyampaikan hal ini, Kumbakarna menggeram demi mendengar laporan sang abdi. Suaranya menggelegar di langit. Langkah kaki raksasa yang menahan amarah itu mengguncang bumi Alengka. Dia menuntut keadilan. Sepanjang jalan menuju istana, Kumbakarna mengamuk. Benteng dirobohkan, beringin ditumbangkan, taman-taman diobrak-abrik. Ibukota negeri bagai diterjang prahara.

Melihat amuk adiknya, Dasamuka bergidik. Dia memang sakti mandraguna, tapi Kumbakarna pun bukan tandingan biasa. Dia memilih sembunyi, disuruhlah patih Prahasta untuk meredam amarah sang adik.

"Ingat anakku, Kumbakarna," bujuk si patih, "bumi bisa kau telan bila kau mau, tapi jangan kau lupakan para kawula cilik yang tak bersalah, yang bisa jadi korban kemarahanmu, jika kau tak mau mengendalikan emosimu. Badanmu memang raksasa, anakku, tapi aku tahu, jiwamu satria sejati.."

Kumbakarna luluh dalam bujukan. Namun, sejak saat itu pula dia tidak mau lagi menyaksikan tingkah polah Dasamuka. Dia menyingkir, tak tega melihat kekejaman kakaknya. Bertapa tidur di Panglebur Gongso bertahun-tahun. Orang menyebut Kumbakarna seorang patriot, salah satu contoh perilaku satria utama. Tapi ada pula yang menilainya pengecut, satria yang rela mati konyol. Dianggap tidak berbuat sesuatu melihat kejahatan merajalela di depan matanya. Tapa tidurnya dianggap sikap skeptis yang tidak bertanggungjawab.

Kita paham, dunia wayang itu pralambang. Tidurnya Kumbakarna di sini tentu saja tidak berarti dia menggeletak di kasur dan asyik bermimpi. Tidur bisa diartikan menarik diri dari kehidupan politik. Menonaktifkan diri dari gemuruh riuh urusan kenegaraan yang ruwet. Dasamuka yang kolonial, ekspansif dan memuja superioritas diri telah membuat sang adik yang memegang teguh bahasa moral menjadi lelah badan sekaligus jiwa.

"Terserah, kalau suaraku tidak diperlukan," begitu arti tidurnya, "tapi tunggulah, keruntuhan akan menimpamu."

Rezim otoriter sering memunculkan hal seperti ini. Yang didengar oleh raja ya suaranya sendiri. Atau suara siapa yang bersedia menjadi bayangannya dan sendiko atas segala sikap dan tindakannya. Raja macam ini sangat anti pada suara tandingan. Akibatnya sistemisasi pembungkaman tak terelakkan. Penjara diperlebar.

Kumbakarna kecewa, lalu memilih jalan sepi. Satria yang melambangkan suara moral. Tindakannya diambil berdasarkan pertimbangan jangka panjang, demi kepentingan negara dan bangsa. Dia tidak memberontak melawan Dasamuka, memilih tapa tidur untuk memberi kakaknya kesempatan merenung. Tapi di sini pula kelemahan gerakan moral, lawan politik kelewat enak dibiarkan dan ditinggal tidur. Bebas merajalela..digoreskan oleh sayurs

Read More......

Jiwa yang terpenjara

Orangnya tidak terkurung di dalam penjara tapi dia terpenjara. Celakanya, banyak orang tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka terpenjara juga di dalam seluruh kebebasannya. Dalam konsep orang sebrang sana, penjara jenis ini disebut captive mind; jiwa yang terpenjara (sekalipun fisiknya bebas melayang ke mana saja). Ini kelihatannya lebih membahayakan dan lebih kejam dibanding terpenjara secara fisik.

Kebodohan yang membuat kita menjadi picik, merasa paling benar, keras kepala, dan segenap ketidakmampuan bersikap kritis, pada dasarnya adalah potret sebuah keterpenjaraan jiwa. Banyak ulah manusia yang mungkin bisa disebut sebagai gambaran keterpenjaraan jiwa itu. Nafsu berkuasa yang berlebihan (hasrat menjadi sesuatu dan tak memberi kesempatan orang lain menggantikannya) juga bentuk jiwa yang terpenjara. Kata Om Sobary, dinamakan “penjara nafsu”.

Rangkaian dari keterpenjaraan ini bisa banyak sekali. Lanjutan nafsu berkuasa, biasanya, adalah nafsu “ingin punya”. Dalam dunia wayang kita kenal dengan Dasamuka. Ia bernafsu menjadi jagoan paling sakti di bumi (bahkan juga di langit, ingin melebihi para dewa) dan ingin memiliki apa saja yang dimiliki orang lain. Di sekeliling kita, nafsu ingin punya ini diwujudkan dalam bentuk ingin beli pulau, ingin beli gunung, ingin beli danau, lembah, pabrik-pabrik bahkan istri orang lain.

Buat anaknya yang sudah bisa kerja, dibelikan pabrik atau kantor yang disenangi. Untuk istrinya, dibelikan kebun binatang dan kebun raya, kali aja sang istri ingin menyegarkan jiwanya yang juga terpenjara. Anak-anaknya yang masih sekolah? Dibelikan sekolahan! Namun biar tidak mencolok, cukup dengan menyogok guru-gurunya. Kalau anaknya yang dungu itu tidak naik kelas, gurunya diguyur duit. Dan rapor yang terbakar pun dipadamkan, lalu si anak dungu diberi kesempatan naik kelas.

Betapapun bahayanya terpenjara secara fisik, segala dampak negatif dan aneka corak penderitaannya lebih banyak dirasakan oleh yang bersangkutan. Tapi keterpenjaraan jiwa, diam-diam merembet, merayap dan menggerayangi segenap pihak dalam keluarga. Lalu segenap kerabat, famili, sanak dan konco-konco seperjuangannya. Keterpernjaraan jiwa laksana wabah yang berjangkit. Masa inkubasinya pendek, jangkauan dan daya ledaknya luas. Ancamannya gawat, meski tak selalu darurat. Soalnya, yang bersangkutan sering tak sadar. Dan karena itu juga tak harus merasa malu, yang ada malah semacam rasa bangga.

Dokter medis, dokter jiwa, psikolog, pekerja sosial, dukun, kiai dan segenap ahli rohani harus dikerahkan untuk menyembuhkan keterpenjaraan jiwa seperti itu. Jika semua ahli tyersebut masih belum menyembuhkan juga, mungkin tinggal satu yang bisa dijadikan tumpuan harapan, sejarah. Biarkan sejarah yang sabar dan kalem itu dengan teliti merekam, mencatat dan mengumpulkan segenap fakta yang diperlukan. Kelak, akhirnya sejarah akan bisa berkata, seperti Chairil Anwar, “Bila telah sampai waktuku, kumau tak seorangpun kan merayu. Tidak juga kau. Tak perlu sedu sedan itu. Karena kau terlambat. Saat kejatuhanmu telah tiba. Selamat jalan”.digoreskan oleh sayurs

Pada tiap diri kita mungkin sudah dilengkapi alam dengan alat-alat sensor yang bisa mencegah kemungkinan terjerumus ke dalam penjara seperti itu. Tinggal bagaimana kita sendiri. Terpenjara atau tidak, sebenarnya kita sendiri yang menetukan. Kita diberi hak untuk menjadi arsitek, buat melukis nasib kita sendiri. Gitu kan ya?


Read More......

Ahlul Ahwa dan Ahlu Bid’ah

Sesungguhnya ungkapan ‘Ahlul Ahwa’ ‘dan ‘Ahlul Bid’ah’ diungkapkan secara benar-benar kepada mereka yang mengadakan suatu pembaharuan dan mengedepankan hawa nafsu dalam mengambil suatu kesimpulan. Mereka membela syariat (pembaharuan) tersebut dengan cara menunjukkan dalil-dalil kebenarannya menurut perspektif mereka.

Yang demikian itu karena mereka memposisikan diri mereka dalam posisi pengambil kesimpulan dalam masalah hukum syariat yang patut diikuti.Yang demikian itu karena mereka memposisikan diri mereka dalam posisi pengambil kesimpulan dalam masalah hukum syariat yang patut diikuti. Berbeda halnya dengan orang awam, mereka hanya mengikuti semua hal yang telah ditetapkan oleh bapak-bapak mereka dan pendahulu-pendahulu mereka, karena keputusan itu adalah kewajiban mereka (pendahulu-pendahulu mereka). Oleh karena itu, mereka bukan orang yang mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih secara benar-benar, dan mereka tidak mengikuti hawa nafsu mereka, akan tetapi mereka mengikuti semua yang dikatakan kepada mereka dari para pendahulu.

==========

Oleh karena itu, ahlul ahwa’ tidak ditujukan kepada mereka (orang awam), sehingga mereka memahami hal tersebut dengan pengamatan mereka sendiri, hingga mereka bisa membedakan; apakah ini baik atau buruk, ketika itu baru bisa ditetapkan lafazh ahlul ahwa ‘dan ahlul bid’ah ditujukan kepada orang yang memposisikan dirinya kepada pelaku bid’ah dan membenarkan pendapatnya

Namun bagi orang yang tidak sadar atau tidak menyadari posisi dirinya dan orang-orang yang mengikuti jejak pemimpin-pemimpinnya hanya dengan ikut-ikutan dan tanpa pengkajian ulang, maka tidak disebut demikian.

==========

==========

Berbagi

Posted in 12. Mujtahid dan Muqallid | No Comments »
Mujtahid dan Muqallid
Mei 6th, 2010 by jalanku

Orang yang menisbatkan diri kepada bid’ah tidak akan luput dari dua hal; sebagai mujtahid atau muqallid. Adapun muqallid, bisa termasuk yang mengakui dalil-dalil yang diangkat oleh mujtahid lalu ia menelaahnya, atau termasuk muqallid yang tidak mengkaji dan menelaah dalil-dalil sebagaimana orang awam.

==========

Mutjahid yang memenuhi syarat untuk ber ijtihad, maka perbuatan bid’ah darinya tidak akan terjadi kecuali karena ketidaksengajaan. Mungkin juga bid’ah darinya dalam bentuk sifat, bukan inti. Hal seperti ini dikatakan sebagai suatu kesalahan atau ketergelinciran, karena pelakunya tidak bermaksud mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih dengan tujuan suatu fitnah dan ingin menakwil kitab suci Al Qur’an.

Dengan kata lain, ia tidak mengikuti hawa nafsunya dan tidak menjadikannya sebagai pegangan. Sebab, apabila datang kepadanya suatu kebenaran, ia akan tunduk dan mengakuinya.

==========

Muqallid mengetahui bahwa ia tidak pandai dalam meneliti suatu permasalahan dan ia juga tahu bahwa ia bukan orang yang meneliti permasalah tersebut. Lebih berprasangka baik kepada pelaku bid’ah dan ia mengikutinya. Ia tidak mempunyai dalil khusus tentang hal tersebut kecuali prasangka baik terhadap pelaku bid’ah secara khusus. Yang mengikuti bentuk kedua ini kebanyakan berasal dari orang awam.

==========

Berbagi

Posted in 12. Mujtahid dan Muqallid | No Comments »
Sifat Bid’ah dan pelakunya
Mei 6th, 2010 by jalanku

Ketika tercelanya bid’ah adalah suatu yang pasti, maka demikian pub dengan pelaku bid’ah, sebab bid’ah tidak saja bid’ah yang dianggap tercela, namun ketika ia diubah menjadi praktek, maka pelakunya pun sama tercelanya, bahkan pada hakikatnya pelakunyalah yang tercela. Pencelaan yang ada menunjukkan kekhususan dosa dan pelaku bid’ah-lah yang tercela serta berdosa

==========

1. Dalil-dalil yang ada apabila disebutkan secara tertulis, maka hal itu jelas. Seperti dalam firman Allah SWT, “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka.” (Qs. Al An’aam [6]: 159)

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan yang jelas….” (Qs. Aali ‘Imraan [3]: 105)

==========

Dalam sabda Nabi SAW,
“Maka orang-orang dihalau dari telagaku.”
Juga dalil-dalil lainnya yang tertulis untuk para pelaku bid’ah. Apabila dalil yang tertulis berkenaan dengan bid’ah, maka maknanya akan kembali kepada pelakunya. Jika semuanya mencela mereka (pelaku bid’ah) maka semuanya menyatakan bahwa mereka melakukan dosa.

==========

2. Syariat telah menunjukkan bahwa yang menjadi pemicu awal seseorang mengerjakan bid’ah adalah hawa nafsu. Ialah yang menjadi pemeran utama, sedangkan dalil-dalil syar’i hanya mengikuti kehendak mereka. Oleh karena itu, mereka menakwilkan dalil yang menyalahi hawa nafsu mereka dan mengikuti hal-hal syubhat yang sesuai dengan tujuan mereka.

==========

mereka mendahulukan hawa nafsu dalam mencari syariat. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya” (Qs. Al An’aam [6]: 159) Perpecahan yang disebutkan dalam ayat ini ditumpukan kepada mereka, karena jika perpecahan yang ada berdasarkan dalil yang jelas, maka hal itu tidak akan ditumpukan kepada mereka. Disamping itu, mereka juga suka berada dalam daerah yang mengundang celaan, perbuatan yang hanya dilakukan oleh orang yang suka mengikuti hawa nafsu.

==========

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan lain itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.” (Qs. Al An’aam [6]: 153) Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan jalan yang hak sebagai sesuatu yang jelas serta lurus dan melarang untuk menimbulkan perpecahan. Jalan yang jelas dan jalan yang bercabang dapat diketahui melalui kebiasaan yang sering dilakukan. Apabila terjadi kemiripan pada dalil-dalil; yaitu antara jalan yang hak dengan jalan yang bercabang, maka akan diketahui. Orang yang meninggalkan sesuatu yang jelas lalu mengikuti selain itu, berarti telah mengikuti hawa nafsu.

==========

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan yang jelas.” (Qs. Aali ‘Imraan [3]: 105) Ini adalah bukti bahwa penjelasan pasti telah datang dan perpecahan datangnya dari orang-orang yang mengadakan perpecahan, bukan dari dalil. Jadi, perpecahan terjadi akibat ulah mereka yang mengikuti hawa nafsu. Bukti-bukti sepadan yang menerangkan bahwa para pelaku bid’ah mengikuti dorongan hawa nafsu mereka (sehingga tercela dan berdosa) sangatlah banyak,

==========

diantaranya firman Allah SWT berikut ini:
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dan Allah sedikitpun.” (Qs.Al Qashash [28]:50)
“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat adzab yang berat.” (Qs. Shaad [38]: 26)
“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami serta mengikuti hawa nafsunya.” (Qs. Al Kahfi [18]:28).

==========

3. Para pelaku bid’ah pada umumnya mengatakan ungkapan baik dan buruk, inilah penyangga utama mereka dan kaidah yang mereka pakai untuk membangun syariat. Yang demikian ini adalah sesuatu yang utama pada aliran mereka; mereka tidak menuduh akal —yang berbuat kesalahan— namun terkadang mereka menuduh dalil-dalil yang secara zhahir tidak sesuai dengan mereka. Oleh karena itu, mereka banyak menolak dalil-dalil syariat.

==========

Mereka telah mendahulukan hawa nafsu —yang telah mendominasi akal daripada syariat, maka dalam sebagian hadits dan dalam isyarat-isyarat Al Qur’ an, mereka dinamakan “pengikut hawa nafsu”. Karena penamaan sesuatu dengan suatu yang memiliki dua makna atau lebih, maka yang dipakai adalah yang memiliki dua makna atau lebih. Itu lebih dominan daripada yang diberi nama. Dengan demikian orang yang memiliki sifat seperti ini secara jelas berdosa, karena landasannya dalam mengikuti pendapat adalah hawa nafsu.

==========

4. Sesungguhnya orang-orang yang memiliki ilmu yang mendalam tidak akan pernah berbuat bid’ah. Namun bid’ah sering terjadi dari mereka yang tidak memiliki keilmuan mendalam tentang bid’ah yang mereka perbuat.

Sebenamya orang-orang yang melakukan bid’ah hanyalah mereka yang berangkat dari ketidaktahuan atau karena dianggap sebagai seorang ulama. Oleh karena itu, Ijtihad seseorang dilarang apabila tidak atau belum memenuhi syarat-syarat mujtahid dan ia masih tergolong awam. Ketika orang yang awam diharamkan untuk menneiti dan mengambil suatu kesimpulan hukum, maka begitu juga dengan orang yang hidup di antara dua zaman (salaf dan khalaf) yang masih banyak memiliki kebodohan atau ketidaktahuan. Apabila ia berani melakukan perbuatan yang diharamkan, maka ia termasuk orang yang melakukan dosa secara mutlak

==========

Namun ada sebuah catatan bagi para pelaku bid’ah dan pengikut hawa nafsu dalam bab ini, yaitu berkenaan dengan penggunaan dalil syariat untuk lafazh yang sering digunakan dalam adat kebiasaan yang terkadang terjadi kesalahan dan sikap menggampangkan dalam penggunaannya, sehingga orang yang tidak melakukan bid’ah dikatakan sebagai pelakunya, atau sebaliknya.

==========

Berbagi

Posted in 11. Penjelasan Arti Umum Bid'ah | 2 Comments »
Tentang Dalil Bid’ah
Mei 6th, 2010 by jalanku

Dalam hal ini tidak dikhususkan pada satu bid’ah, tetapi pada beberapa bentuk perkara yang menyerupai bid’ah, yang mereka gunakan sebagai alasan.
Ketahuilah wahai saudara-saudaraku yang disayangi Allah SWT, dalil-dalil yang telah dikemukakan adalah bukti umum pencelaan terhadap bid’ah dan beberapa segi:

==========

1. Dalil-dalil yang berjumlah sangat banyak datang dalam bentuk mutlak dan umum yang tidak terdapat pengecualian, dan di dalamnya tidak ada sesuatu yang menunjukkan bahwa sebagian bid’ah termasuk mendapatkan petunjuk. Juga tidak ada keterangan atau ungkapan yang menunjukkan demikian, “Setiap bid’ah adalah sesat kecuali ini dan ini….” Atau ungkapan-ungkapan lain yang menyerupai itu.

Seandainya pada sesuatu yang dibuat-buat (bid’ah) ada yang dianggap memiliki sisi kebaikan atau bisa dimasukkan ke dalam syariat, maka hal itu pasti disebutkan dalam Al Qur’an atau hadits, namun pada kenyataannya tidak demikian.

==========

2. Telah ditetapkan pada dasar-dasar ilmiah bahwa setiap kaidah umum atau dalil syariat yang umum apabila diulang-ulang dalam bentuk yang banyak dan memiliki penguat berdasarkan makna dasar dan cabangnya, maka itu menunjukkan dalil yang tetap sebagaimana lafazhnya yang umum,

telah banyak disebutkan dalam hadits dan telah diulang-ulang penyebutannya, yang disesuaikan dengan kondisi dan waktu yang berbeda, misalnya: setiap bid’ah adalah sesat dan setiap hal yang baru dalam agama adalah bid’ah serta ungkapan lain sepertinya, yang menyatakan bahwa setiap bid’ah adalah tercela, sehingga kita tidak mendapatkan dalam satu ayat atau hadits pun yang membatasi, mengkhususkan bentuk lain yang dipahami telah menyalahi dalil umum tersebut. Jika demikian maka hal ini merupakan dalil yang jelas bahwa ia tetap bermakna sebagaimana lafazh dan redaksi kalimatnya yang umum dan mutlak.

==========

3. Ijma’ salafush-shalih dari para sahabat, tabi’in, dan para ulama setelah mereka atas tercelanya bid’ah, dan keharusan untuk tidak mengikuti perbuatan tersebut serta menjauhkan diri dari orang yang memiliki kaitan dengannya. Pada hal itu tidak ada kata berhenti atau pengecualian, sebab ia adalah ijma’ tsabit (kesepakatan yang tetap). Jadi, setiap bid’ah bukanlah suatu kebenaran, namun adalah suatu kebatilan.

==========

4. Sesungguhnya orang yang menjadi otak munculnya bid’ah adalah orang yang tidak bersesuaian dengan jiwanya, karena bid’ah adalah bagian dari hal yang melanggar ketentuan Pembuat syariat atau yang menyampingkan syariat. Hal itu mustahil terbagi menjadi hal yang baik dan buruk atau terpuji dan tercela, karena menurut akal dan dalil dari Al Qur’an serta hadits, tidak sah membuat sesuatu yang menjadi beban bagi syariat itu menjadi baik.

==========

Tidak bisa dibayangkan seandainya di dalam Al Qur’an dan hadits ada sebagian yang menjadikan sebagian dari bid’ah itu benar atau menghindarkan sebagiannya dari celaan, sebab bid’ah adalah suatu perkara yang menyerupai syariat namun ia bukan syariat.

Jika Pembuat syariat menganggapnya sebagai suatu kebaikan, maka hal itu menunjukkan bahwa bid’ah adalah bagian dari syariat. Jika Pembuat syariat mengatakan bahwa pembaharuan yang dilakukan oleh si fulan adalah baik, maka pembaharuan itu secara otomatis menjadi syariat.

==========

Ketika tercelanya bid’ah adalah suatu yang pasti, maka demikian pub dengan pelaku bid’ah, sebab bid’ah tidak saja bid’ah yang dianggap tercela, namun ketika ia diubah menjadi praktek, maka pelakunya pun sama tercelanya, bahkan pada hakikatnya pelakunyalah yang tercela. Pencelaan yang ada menunjukkan kekhususan dosa dan pelaku bid’ah-lah yang tercela serta berdosa

==========

Berbagi

Posted in 11. Penjelasan Arti Umum Bid'ah | No Comments »
Kesesatan
Mei 4th, 2010 by jalanku

Kesesatan disebutkan dalam berbagai macam dalil naqli dan telah diterangkan sebelumnya, demikian halnya dengan ayat-ayat tentang perselisihan dan perpecahan, hingga terbagi menjadi kelompok-kelompok, dan berbagai macam jalan telah menjadi bukti yang menjelaskan kondisi kesesatan bid’ah.

==========

Berbagi

Posted in 11. Penjelasan Arti Umum Bid'ah | No Comments »
Jauh dari Telaga Rosululloh
Mei 4th, 2010 by jalanku

sabda Rasulullah dalam hadits riwayat Mua’ththa%,
“Maka orang-orang dihalau dari telagaku sebagaimana unta yang tersesat dihalau.”
Diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Asma’, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,”Ketika aku berada di tepi telagaku untuk menunggu orang yang akan menghampiriku, dibawakanlah beberapa orang yang bukan dari umatku, maka aku berkata, ‘Umatku!’ Lalu dikatakan, ‘Sesungguhnya kamu tidak mengetahui bahwa mereka telah kembali ke belakang (murtad)’.”

==========

Yang jelas, mereka termasuk kelompok umat ini, muka dan kedua tangan mereka bersinar lantaran bekas berwudhu, sebab tanda-tanda seperti itu tidak mungkin ada pada diri orang kafir yang sebenarnya, baik kekufuran mereka asli maupun karena keluar dari Islam.

==========

Juga dengan dalil dari sabda beliau,
“Mereka telah mengganti (agama) setelahmu.”
Jika yang dimaksudkan adalah orang-orang kafir, maka Dia akan berfirman, “Mereka menjadi kafir setelahmu.” Pengertian yang paling dekat terhadap perbuatan mereka adalah mengganti Sunnah, sehingga ditujukan untuk ahli bid’ah.

==========

Abdul Hak Al Isybili berkata, “Sesungguhnya akhir hayat yang buruk tidaklah dialami oleh seseorang yang zhahirnya baik dan batinnya shalih. Namun yang demikian itu hanya dialami oleh orang yang akalnya rusak, atau orang yang terus-menerus berbuat dosa besar, atau orang yang lebih mengutamakan berbuat dosa besar, atau orang yang dulunya berjalan di atas jalan yang lurus namun kemudian, keluar dari Sunnah, sehingga perbuatan tersebut menjadi sebab dari buruknya akhir hayat dan tempat kembalinya nanti. Na ‘udzu billah.

==========

Berbagi

Posted in 10. Akibat dari Bid'ah | No Comments »
Tercelanya Bid’ah
Mei 4th, 2010 by jalanku

dari hadits Abu Dzar, bahwa Nabi SAV bersabda,
“Akan datang suatu kaum dari umatku yang membaca AJ Qur ‘an namun tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya kemudian ia tidak kembali kepadanya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk.”

==========

Penyebab seorang pelaku bid’ah dijauhkan dari pintu tobat adalah karena masuk atau tunduk terhadap perintah-perintah syariat sungguh sangat sulit bagi jiwa, sebab ia merupakan perkara yang bertentangan dengan hawa nafsu dan akan menjadi penghambat jalannya syahwat.

==========

Memang, menerima kebenaran adalah sesuatu yang berat. Jiwa seseorang sangat bergairah terhadap hal-hal yang sejalan dengan hawa nafsunya, dan setiap bid’ah secara otomatis menjadi jalan masuk bagi hawa nafsu, karena pergerakan bid’ah sesuai dengan pandangan pembuatnya dan tidak sesuai dengan pandangan Pembuat syariat.

==========

Dengan demikian, seorang pelaku bid’ah selalu berusaha keras dalam beribadah demi mendapatkan sanjungan di dunia, harta, kedudukan, dan lainnya yang bersifat syahwani. Bahkan bila memungkinkan akan mengagungkan kenikmatan dunia. Bukankah Anda telah melihat cara beribadahnya para rahib dalam peribadatan orang Yahudi dan rumah-rumah peribadatan lainnya? Mereka menjauhkan diri dari seluruh kenikmatan serta melaksanakan bermacam-macam ibadah dan meninggalkan hawa nafsu? Meski demikian, mereka tetap kekal dalam neraka Jahannam.

==========

Jika orang yang membuat bid’ah cenderung pada sesuatu yang
disukainya karena ia berhasil menjauhi syahwat dan melihat bahwa amal perbuatannya sesuai dengan dalil yang ada pada dirinya, maka apa yang dapat mencegahnya untuk tidak berpegang teguh kepadanya serta semakin giat melakukannya? Ia berkeyakinan bahwa seluruh perbuatannya lebih baik daripada perbuatan orang lain, dan keyakinannya lebih cocok serta lebih mulia? Apakah perlu mencari dalil yang lain? “Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya. Dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya.” (Qs. Al Muddatstsir [74]: 31)

==========

Berbagi

Posted in 9. Tercelanya Bid'ah | No Comments »
Akibat Buruk dari Bid’ah
Mei 4th, 2010 by jalanku

Ketahuilah olehmu, sesungguhnya bid’ah akan mernbuat semua ibadah; shalat, puasa, sedekah, serta seluruh amal perbuatan yang bersifat mendekatkan diri kepada Allah SWT, tidak diterima oleh Allah. Bergaul dengan pelaku bid’ah akan menghilangkan penjagaan diri dari kesalahan dan akan ditimpakan (akibat)nya kepada dirinya sendiri. Sedangkan mendatangi dan mengukuhkan bid’ah adalah tindak pembelaan terhadap penghancuran Islam.

==========

Adapun makna dan “Pelaku bid’ah akan menanggung dosa orang yang mengerjakannya, sampai Hari Kiamat,” maka hal ini berdasarkan finnan Allah Ta’ala,”(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada Hari Kiamat, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan).” (Qs. An-Nahl [16]: 25).

==========

Memisahkan atau meninggalkan akal dengan syariat dalam membuat syari’at, dan syariat hanya sebagai penyingkap dari hal-hal yang terdapat di dalam akal.kepada Allah mereka memakai hukum yang disyariatkan-Nya? Atau memakai hukum yang dibuat berdasarkan akal mereka?

Bahkan dalam ajaran mereka, syariat hanya berfungsi sebagai perbuatan, bukan pemimpin (azas) yang diikuti. Inilah pembuatan syariat yang tidak memiliki keaslian bagi syariat, semua perbuatan yang dilakukan oleh pelakunya hanya berlandaskan pada hal-hal yang telah ditentukan akalnya. Walaupun mereka mengikutkan syariat, maka hanya berfungsi sebagai pengikut dan pembantu bukan sebagai dasar kemanunggalan syariat.

==========

Diantaranya adalah orang yang membenarkan bid’ah, yang pasti berkeyakinan bahwa syariat belum sempurna, padahal Allah SWT berfirman, “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu.” (Qs. Al MaaMdah [51: 3) Menurut mereka, semua yang dilakukan tidak mempunyai arti sedikit pun.

==========

Kebanyakan para pelaku bid’ah tidak hanya memprioritaskan hal-hal yang berkenaan dengan shalat namun juga beroperasi pada hal-hal seputar puasa, zakat, haji, jihad, serta hal-hal lainya, sebab amal ibadah adalah ladang bagi mereka untuk memunculkan hal-hal bid’ah, sedangkan hawa nafsu serta kebodohan terhadap syariat Allah adalah pemicu utama munculnya perbuatan Bid’ah

==========

“Akan tiba seorang penyeru yang berkata, ‘Mengapa mereka tidak mengikutiku sedangkan aku telah membacakan Al Qur ‘an? Mereka sekali-kali tidak akan mengikutiku hingga aku membuat hal-hal yang baru —dalam agama— bagi mereka selain hal-hal yang telah ada.’ Berhati-hatilah kamu dengan perbuatan bid’ah yang dilakukannya, karena perbuatan bid’ah yang dilakukannya adalah sesat.”

Hadits tersebut mencakup pengertian bahwa Sunnah akan mati jika kamu menghidupkan bid’ah, dan jika Sunnah mati maka Islam akan hancur.

==========

Diriwayatkan dari Abu Idris Al Khaulani, ia berkata, “Tidaklah suatu umat melakukan bid’ah dalam agamanya melainkan Allah akan mengangkat Sunnah dari mereka karena

==========

Adapun pelaku Bid’ah, adalah terlaknat menurut ajaran syariat, yang ditegaskan oleh sabda Rasulullah SAW,
“Barangsiapa membuat-buat hal baru —dalam agama— atau
melindungi orang yang membuat-buat hal baru, maka baginya laknat Allah, para malaikat, serta semua manusia.”

==========

Telah ditetapkan dalam hadits shahih bahwa tidak ada yang dapat mendekatkan diri kepada Allah kecuali amal perbuatan yang telah disyariatkan. Adapun seruan untuk meninggalkan sunnah karena bid’ah, akan membuat amal terkatung-katung dan tidak diterima.

==========

“Bid’ah dapat menebarkan permusuhan dan perselisihan antar kaum muslim,” itu memang benar, karena ia membawa unsur-unsur perpecahan (menjadi beberapa golongan).

==========

Hendaknya seseorang takut kepada Tuhannya dan melihat tempat kakinya berpijak sebelum membuat bid’ah, apakah dirinya akan aman jika ia bersandar pada akalnya dalam membuat syariat dan meremehkan syariat Tuhannya.

==========

Berbagi

Posted in 9. Tercelanya Bid'ah | No Comments »
Akal harus mengikuti Syari’at
Mei 4th, 2010 by jalanku

Diriwayatkan oleh Ibnu Wahab dari Umar Ibnu Al Khaththab, bahwa beliau berkata, “Orang-orang yang mengikuti pendapat akalnya akan menjadi musuh-musuh Sunnah, karena mereka diperintahkan untuk memakai hadits-hadits namun ternyata berlepas diri darinya.”
Sahnun berkata, “Maksudnya adalah bid’ah.”

==========

Dalam periwayatan lain disebutkan, “Berhati-hatilah terhadap orang-orang yang mengikuti pendapat akalnya, karena mereka adalah musuh Sunnah. Mereka diperintahkan memakai hadits-hadits dengan tujuan menjaganya, namun mereka justru menggunakan pendapat akalnya, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.”

==========

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, “Siapa yang berpendapat dengan pendapat akalnya yang tidak terdapat dalam kitab Allah dan tidak mengikuti Sunnah Rasulullah SAW, niscaya ia tidak tahu keadaan dirinya ketika bertemu dengan Allah Azza wa JaJJa.”

==========

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud RA, ia berkata, “Orang-orang alim di antara kamu telah pergi dan manusia menjadikan orang-orang bodoh yang memutuskan semua perkara dengan pendapat akalnya sebagai pemimpin mereka.”

==========

Diriwayatkan dari Asy-Sya’bi, ia berkata, “Sesungguhnya kehancuran Anda terjadi tatkala Anda meninggalkan Sunnah dan memakai pendapat akal.”

==========

Diriwayatkan dari Al Hasan, ia berkata, “Orang-orang sebelum kalian telah celaka, penyebabnya adalah jalan yang bercabang-cabang, mereka berbelok dari jalan yang lurus dan meninggalkan Sunnah serta memutuskan perkara agama dengan pendapat akal mereka, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.”

==========

Yang dimaksud dengan pendapat akal yang tercela adalah sesuatu yang dibangun dengan kebodohan dan hawa nafsu, tanpa sedikit pun kembali kepada dasar agama.

Berbagi

Posted in 9. Tercelanya Bid'ah | No Comments »
Pernyataan Ulama Tentang Bid’ah
Mei 4th, 2010 by jalanku

Abu Bakar bin Sa’dan — salah seorang murid Al Junaidi dan lainnya— berkata, “Berpegang teguh dengan Allah adalah mencegah diri dari kelengahan, kemaksiatan, bid’ah, dan kesesatan.”

==========

Abu Umar Az-Zujaji —murid Al Junaidi, Ats-Tsauri, dan yang lain— berkata, “Manusia pada masa Jahiliyyah mengikuti hal-hal yang dianggap baik oleh akal dan kebiasaan mereka, kemudian Nabi SAW datang dan mengembalikan mereka kepada syariat dan perintah untuk mengikuti. Jadi, akal yang sehat adalah yang menganggap baik hal yang baik menurut syariat dan menganggap buruk hal yang dianggap buruk oleh syari’at.”

==========

Sahl At-Tastari la berkata, “Dasar-dasar agama kita ada tujuh perkara, yaitu:

1. Berpegang teguh kepada kitab Allah,
2. Mengikuti Sunnah Rasulullah,
3. Memakan yang halal,
4. Mencegah kerusakan,
5. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa,
6. Bertobat, dan
7. Melaksanakan kewajiban.”

==========

Abu Hafsh Al Haddad berkata, “Orang yang tidak setiap saat menimbang amal perbuatannya dengan Al Qur’an dan Sunnah, serta tidak menekan kemauannya, maka ia tidak dimasukkan dalam daftar orang-orang bijak.”

==========

Abu Utsman Al Jabari berkata, “Orang yang memaksakan Sunnah atas dirinya dalam perkataan dan perbuatan, pasti akan berbicara dengan hikmah. Sedangkan orang yang memaksakan hawa nafsu atas dirinya dalam perkataan dan perbuatan, pasti akan berbicara dengan bid’ah. Allah berfirman, ‘Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk’.” (Qs. An-Nuur [24]: 54)

==========

Abu Muhammad bin Fadhl Al Balkha berkata, “Orang yang paling tahu tentang Allah di antara mereka adalah orang yang paling berusaha melaksanakan perintah-perintah-Nya dan yang paling mengikuti Sunnah Nabi-Nya.”

==========

Syah Al Karmani berkata, “Orang yang menjaga pandangannya dari sesuatu yang diharamkan, menahan dirinya dari syahwat, membangun batinnya dengan selalu mengingat Allah, membangun zhahirnya dengan mengikuti Sunnah, dan membiasakan diri memakan dari yang halal, maka firasatnya tidak akan salah.”

==========

Ibrahim Al Khawash berkata, “Orang yang berilmu bukanlah orang yang banyak dalam meriwayatkan, tetapi orang yang mengikuti ilmu dan mengamalkannya serta mengikuti Sunnah meski sedikit ilmunya.”

==========

Read More......

Sabtu, 30 Januari 2010

CELOTEH SENJA

Aku ingin anggukan disusul tindakan, tanpa keraguan..
Aku ingin senyuman dikala kekecewaan melandaku..
Aku ingin tepukan di bahu, pelukan, genggaman tangan,
semua tepat pada porsi dan waktunya..
Aku ingin menikmati hidup, sebagaimana kunikmati cinta..
rasa damai yang membuatku ingin selalu berkorban..
bersama...selama yang kubisa..


Separuh Diriku
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang membuatkanku peach tea with honey,
setelah dia membuatku kesal..

Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang mengisikan bak mandiku,
tanpa dia harus bertanya,
"sudahkah kau mandi?"

Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang membuatkanku sarapan,
hanya di hari Sabtu dan Minggu,
karena Senin hingga Jumat adalah giliranku..

Aku hanya ingin seorang pasangan,
tanpa perlu melihat sebelah pundakku lebih rendah,
untuk bisa mengangkat beban sedemikian rupa..

Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang mencintaiku cukup,
dan memperlakukanku setengah dari apa yang kuinginkan..

Bukan seseorang yang mencintaiku sangat,
berlimpah ruah, tapi tidak mengerti,
bagaimana menyentuh hatiku.

If it's make U happy..it can't be that bad..
Seperti membangun uno stako,
lapis demi lapis, mempertimbangkan kapan...
harus menarik dan menahan nafas,
memilah tepi mana dan celah mana,
bersikap dan merasa.

Hal paling mengerikan dari suatu hubungan,
kita terkadang merasa lebih pintar dari yang merasakan,
kita merasa senang lebih senang...
sedih lebih sedih..sakit lebih sakit..

Sad

Now I feel it...

Khawatir sgt yg mencekam..
Well, got to let it go.

Take care.

Mata Bicara
Hari ini jiwa googlenya keluar dengan tiba-tiba. I was like..hmm, just to see the image. Maybe BW maybe colorful, maybe small, or even extra large.

Rupanya banyak cerita masa lalu yang bermunculan di tiap frame. Senyuman malu-malu, biadab hinggu sinar mata aku-jatuh-cinta. Bisa jadi dengan sahabat, pacar, ataupun hidup itu sendiri.

Saya jadi membandingkannya dengan frame akhir-akhir ini.

Kalau kata seorang sahabat, begitulah hidup. Membuat kita lebih dewasa, merasakan pahit getirnya hari-hari. Tapi buat saya, itu seakan mematikan percikan kembang api yang belum sampai di ujung.

I miss those eyes. Mata yang tersenyum dengan bahagianya, bukan mata yang waspada dan berjaga-jaga. Well, maybe someday, if I declare my love again. Just, maybe =)


Sejengkal Jarak Kebenaran
I miss you lover.

Mereka katakan kamu sesosok manusia. Sebuah status. Nama belakang.

Kau bukanlah semua itu, kau adalah substansi yg paling cair dan paling rekat. Kau mampu mengikuti lekukku yang tak sempurna dan menutupnya dengan kepribadianmu.

Kau adalah molekul terkecil dan maha luas. Kau bisa masuk begitu dalamnya, mengisi lubang hatiku, membuatku merasa begitu lengkap sekaligus begitu goyah ketika kau jauh.

Malam-malam kulalui dengan gambaran wajahmu begitu dekat, seakan-akan nafasmu adlh oksigen hidupku. Dan kau menghilang setiap kali ku membuka mata, hanya utk meyakinkan bhw ku blm jatuh gila.

Batin kita lekat dan kuat. Satu tampikan membuatku sakit, tapi satu senyuman meruntuhkan patah hatiku dan menyusunnya kilat secara ajaib.

Bangunkan aku dari mimpi burukku ini. Karena inti dari cinta, hubungan, dan komitmen adalah dua orang pribadi. Bukan seluruh atmosfer diantara mereka.


Read More......

Senin, 24 November 2008

Ketika Cinta Ini Membunuhmu …( By Om RoMi )


Cinta ini membunuhku”, itu bahasa D’Masiv
“Wahai kematian, datanglah cepat kemari, hisap dan dekap tubuhku yang penuh cinta ini”, kalau yang ini kata William Shakespeare dalam Romeo and Juliet.

Kahlil Gibran mengungkapkan dalam syairnya, “Bila cinta memanggilmu, ikutlah dengannya meski jalan yang kalian tempuh terjal dan mendaki”.
Kisah cinta datang dan pergi dari masa ke masa, menyuarakan hal yang sama dengan redaksi berbeda. Silih berganti dari Layla Majnun, Tristan und Isolde, Roro Mendut dan Pronocitro, sampai Romeo and Juliet. Cerita cinta selalu meggebu dan indah, meskipun ketika kita pandang jauh dari sisi lain, kadang buta, tidak nyata dan fatamorgana.

Ya benar, kita sering bingung dalam memaknai cinta. Lauren Slater dalam National Geographic edisi 2006 mengatakan, “Sulit untuk memisahkan pembicaraan antara cinta dan penyakit mental”. Maria dalam Ayat-Ayat Cinta mengatakan dengan redaksi yang berbeda, “Cinta adalah siksaaan yang manis”.

Apakah cinta, mencintai dan dicintai adalah salah? Jawabannya adalah tidak. Cinta itu indah, cinta itu semangat dan cinta itu adalah kebahagiaan. Bahkan mungkin kekuatan kita untuk mencintai adalah titik tertinggi dari hakekat cinta (halah)

Hanya permasalahan utama dari para pemuda dan pemudi yang kebetulan sedang jatuh, menjatuhi atau dijatuhi cinta adalah ada di dua hal: salah meletakkan posisi hati dan salah mendefinisikan cinta.

1. LETAKKAN POSISI HATI DENGAN BENAR

Cinta berhubungan dengan hati, itu pasti, karena di dalam hati ada unsur keindahan, semangat dan kebahagiaan, maka 3 hal ini ada kemungkinan besar berhubungan dengan cinta. Banyak dari kita yang meletakkan posisi kebersamaan dan penerimaan cinta sebagai titik tertinggi dari keindahan, semangat dan kebahagiaan. Karena itu kita gusar, sedih, dan sengsara ketika cinta kita tidak diterima oleh sang pujaan hati. Dan kita sangat menderita ketika kita tidak bisa memiliki kebersamaan dengan sang kekasih tercinta. Inilah titik sentral masalah cinta ala Layla - Qais, Roro Mendut - Pronocitro, maupun Romeo - Juliet.

Menempatkan posisi kebersamaan dan penerimaan bukan sebagai titik tertinggi dari cinta adalah faktor terpenting yang membuat cinta tidak akan bisa membunuh kita . Saya selalu menempatkan posisi keindahan, semangat dan kebahagiaan saya ketika saya bisa bermanfaat untuk orang lain, mencapai suatu prestasi, dan bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan orang lain. Ketika banyak orang lain berlomba-lomba untuk mencintai orang lain, bahkan dengan cinta buta, saya berusaha berdjoeang untuk mencintai diri saya sendiri. Inilah cinta dengan logika.

Mencintai diri sendiri bukan berarti banyak tidur, banyak santai, atau banyak rekreasi. Mencintai diri sendiri artinya: saya harus berprestasi, saya harus berhasil dan sukses, saya harus bermanfaat untuk orang lain, saya harus bisa membuka lapangan kerja baru, saya harus memberi beasiswa ke banyak orang, dsb. Implikasinya mungkin sangat berat, karena saya harus bekerja lebih keras, mengurangi tidur, atau mendisiplinkan diri saya sendiri. Tapi itu semua saya lakukan karena saya mencintai diri saya sendiri. Ya inilah mungkin hakekat dari ungkapan si Maria, “Cinta adalah siksaan yang manis”. Bagi saya, mencintai diri sendiri adalah modal penting dalam kesuksesan mencintai orang lain.

Kebersamaan dan penerimaan bukan sesuatu yang selalu membahagiakan saya. Kadang saya secara fisik harus meninggalkan semua orang yang saya kasihi dan cintai. Kadang saya harus bersikap keras kepada para pedjoeang saya, kepada sahabat saya dan bahkan kepada istri dan anak-anak saya, sehingga sering mereka sulit memahami dan menerima saya. Tapi itu semua saya lakukan karena cinta saya yang teramat sangat kepada mereka, saya tidak ingin mereka gagal, saya ingin semua orang bisa berhasil, dan memberi manfaat kepada orang lain dengan lebih baik. Dan inilah cara saya menghembuskan ayat-ayat cinta kepada mereka

Meskipun sebenarnya ada kebersamaan dan penerimaan cinta yang selalu saya bahagiakan dan harapkan, yaitu dari Sang Penguasa Alam dan Pemilik Jagad Raya. Inilah koridor penting jalan cinta kita, ingat bahwa cinta mati hanya milik Allah sang penguasa jagad raya bukan untuk makhluk Allah.

Jadi pesan saya, wahai para pemuda, mari letakkan posisi hati kita pada tempatnya. Cinta itu tidak akan membunuhmu, kesalahan posisi hati itulah yang akan membunuhmu.

2. UBAH DEFINISI DAN PARADIGMA CINTA

Kesalahan kedua yang sering kita lakukan adalah kesalahan memahami definisi dan paradigma cinta. Banyak penelitian tentang cinta dilakukan. Salah satu yang cukup terkenal adalah formula cinta dari Robert J Sternberg: A Triangular Theory of Love (Teori Segitiga Cinta).


Menurut Sternberg, jenis cinta tergantung dari sifat hubungan kita dengan orang lain. Komitmen saja tanpa gairah dan keakraban adalah Cinta Kosong. Gairah saja tanpa dua unsur yang lain artinya tergila-gila. komitmen dan keakraban tanpa gairah menjadikan persepsi cinta sebagai Cinta Persahabatan. Keakraban dan gairah tanpa komitmen membuat Cinta Romantis. Sedangkan komitmen dan gairah tanpa keakraban menyebabkan Cinta Buta. Ketika kita berhasil menyatukan komitmen, gairah dan keakraban maka akan terjadi Cinta Sempurna.

Banyak yang masih meragukan teori ini bisa berlaku valid untuk semua jenis hubungan cinta, misalnya cinta seorang anak kepada ibunya dan sebaliknya. Hasil penelitian dari Lauren Slater juga mengisyaratkan bahwa susunan kimia otak pemicu romantika, ternyata tidak ada hubungannya dengan komitmen yang memupuk kelekatan jangka panjang. Salim A Fillah, penulis buku Jalan Cinta Para Pejuang, mengatakan bahwa Komitmen adalah sudut kunci dalam teori cinta Robert J Sternberg. Komitmen adalah ikrar kerelaan berkorban, memberi dan bukan meminta, berinisiatif tanpa menunggu dan memahami bukan menuntut.

Sebagian masalah cinta mungkin bisa terwakili oleh Teori Segitia Cinta-nya Sternberg. Tapi kalau kita coba simpulkan dari berbagai referensi lain, dari pandangan Slater, Salim A Fillah dan Anis Matta lewat seri cinta dan pahlawannya di majalah Tarbawi. Cinta Sempurna adalah suatu proses panjang, hasil dari cinta kasih dua manusia yang terjalin dalam suatu hubungan yang sah. Cinta Sempurna bukanlah cinta pada pandangan pertama, karena itu mungkin hanya suatu gairah atau ketergila-gilaan, istilahnya Slater. Cinta Sempurna juga bukan cinta lokasi, cinta monyet, cinta jadi-jadian, cinta karena fisik atau cinta karena harta dan tahta. Cinta Sempurna adalah hasil suatu perdjoeangan panjang. Hasil dari kekuatan kita untuk menyelesaikan masalah perbedaan, memahami kekurangan dan kelebihan, merekatkan hati dan komitmen untuk tetap ada di jalanNya.

Mudah-mudahan ketika terjadi penolakan cinta, kita berani berikrar dengan gagah, ”Lupakan dirimu dan aku akan kembali padaNya”. Catat bahwa huruf N untuk Nya itu harus kapital :) Jangan lupa ubah genjrengan gitar kita dari lagu kenangan kisah cinta, ke lagu: Menghapus Jejakmu (Peterpan), Baiknya (Ada Band), Musnah (Andra and The Backbone), atau Aku Bukan Untukmu (Rossa) hihihi …

Resapi dua syair ini:

Baiknya semua kenangan yang terindah, tak ku balut dengan tangis
Baiknya setiap kerinduan, yang merajam tak kuratapi penuh penyesalan

Dan bangkitlah, lanjutkan perdjoeangan!

Ingatlah bahwa para legenda tidak pernah mengejar cinta, karena itu:

Janganlah kalian mengejar cinta. Jadilah legenda yang penuh dengan prestasi dan manfaat untuk orang lain, maka cinta akan silih berganti mengejar kalian. Dan ketika masa itu datang, pilihlah takdir cintamu, kelola cintamu, atur kadarnya, arahkan posisinya, dan kontrol kekuatan cinta sesuai dengan tempatnya.

Dan itulah jalan cinta para legenda …

Tetap dalam perdjoeangan!


Read More......

Rabu, 19 November 2008

SELINGKUH ITU APAAN SECH


Ternyata HP 3G adalah alat paling enak dipake buat obat kangen kangenan danBisa sebagai mesin pelacak untuk mengetahui keberadaan orang yg kita ..sayang
anehnya hampir 80% pengguna HP 3G Diindonesia gak tau cara pakenya..dan cara setingnya (klik disini gue kasih tau caranya) padahal dengan 3G kita bisa,chating via yahoo,ICQ,Skypy dan lainnya dan bisa menjembatani make love jarak jauh untuk para suami yang sering tugas luar kota,juga untuk mengontrol para suami yang punya selingkuhan atau sebaliknya,yang jelas selingkuh enggak akan terjadi jika tidak ada respon.. Atau bisa juga terjadi karena Kekecewaan dalam menjalankan kehidupan rumah tangga,salah pilih istri atau suami yang ketauan belangnya setelah bersama EDANNN..rasa cinta dan kesetiaan yang gaungnya menggema pada saat pacaran luntur dilanda ego masing2,dan sang istri lupa mengurus diri hidupnya digadaikan untuk mengurus anak,atau ada sebagian istri tak perduli dan sibuk bekerja dengan alasan membantu ekonomi sang suami dan kembali kerumah seakan sebuah penjiksaan,disitulah saat terjadi kejenuhan, aura menjadi peka terhadap respon dari lingkungan sekitar,dikantor atau diperjalanan menuju dan kembali dari kantor.jiwa ini pasti peka akan perhatian dan butuh pemenuhan rasa,disitulah titik rawan terjadinya selingkuh yang 99,99999% terjadi dengan orang yang sering dekat dengan kita.dan 70% itu terjadi karena cinta pertama Loh kok gitu..ech tau gak cinta pertama itu terjadi tidak harus dengan pacar,suami atau istri,kita pacaran mungkin karna melihat dia keren atau kita menikah mungkin karena sama2 mapan,berwibawa,ganteng ,cantik bukan karena cinta,cilakanya kita menemukan cinta pertama disaat kita sudah bersetatus istri atau suami orang,sintingkan kehidupan ini..kalau buat gue sech Fine-fine aja kata temen gue(wah ini lebih sinting lagi..)Hidup cuma sekali Coy tuturnya toch kita diberi dan memberi gak ada yang dirugikankan..orang sama2 enak, dan gak ada ceritanya selingkuh sampai bercerai kita kan masing2 punya tanggung jawab kan cuma selingan kuuuh lanjutnya.... ada juga kejadian dimana seorang lelaki menemukan cinta sejatinya kepada seorang wanita,(she is Virgin) dan si lelaki begitu yakin bahwa wanita itu akan setia menunggunya dari ketidak berdayaan dalam permasalahan dengan istrinya.selama bersama sang lelaki selalu didera dengan berbagai cobaan persoalan hidup bahkan sempat merasakan dinginnya terali besi,dan ahirnya sang lelaki ditinggalkan ..karena sang wanita bosan dengan ketidak jelasan hubungan mereka walaupun mereka pernah merasakan indahnya Make Love, bersama melebur dalam satu tubuh,betukar keringat dan cairan tubuh yang mereka lakukan dengan penuh rasa cinta..dan perasaan .. Apa ini juga disebut selingkuh...???? trus kalau ditanya apa gue pernah selingkuh...?? sinting kali yach...nanya kayak begitu...? (jawabannya ada di gambar tuch coba klik gambarnya biar lebih jelas )..he..he..he ini ada artikel bagus nich mengenai
-selingkuh
-13 cara selingkuh paling aman
-Buku saku Perselingkuhan


Read More......

10 RESEP SUKSES BANGSA JEPANG

June 13th, 2007
by Romi Satria Wahono
musashi.jpgSetelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi.
Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama

musashi.jpgSetelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh ;)

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ;) ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

4. LOYALITAS

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

5. INOVASI

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

6. PANTANG MENYERAH

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita :) Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini :)

7. BUDAYA BACA

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

8. KERJASAMA KELOMPOK

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. MANDIRI

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang ;) Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

Tetap dalam perdjoeangan !


Read More......

Selasa, 04 November 2008

CARA GAMPANG MENGHASILKAN UANG


"Bagaimana Saya Mendapatkan
Penghasilan Melimpah dengan
Waktu yang Bebas !..!..! Penasaran kan Coba Klik Disini









Map IP Address
Powered byIP2Location.com









Read More......