Sabtu, 30 Januari 2010

CELOTEH SENJA

Aku ingin anggukan disusul tindakan, tanpa keraguan..
Aku ingin senyuman dikala kekecewaan melandaku..
Aku ingin tepukan di bahu, pelukan, genggaman tangan,
semua tepat pada porsi dan waktunya..
Aku ingin menikmati hidup, sebagaimana kunikmati cinta..
rasa damai yang membuatku ingin selalu berkorban..
bersama...selama yang kubisa..


Separuh Diriku
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang membuatkanku peach tea with honey,
setelah dia membuatku kesal..

Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang mengisikan bak mandiku,
tanpa dia harus bertanya,
"sudahkah kau mandi?"

Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang membuatkanku sarapan,
hanya di hari Sabtu dan Minggu,
karena Senin hingga Jumat adalah giliranku..

Aku hanya ingin seorang pasangan,
tanpa perlu melihat sebelah pundakku lebih rendah,
untuk bisa mengangkat beban sedemikian rupa..

Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang mencintaiku cukup,
dan memperlakukanku setengah dari apa yang kuinginkan..

Bukan seseorang yang mencintaiku sangat,
berlimpah ruah, tapi tidak mengerti,
bagaimana menyentuh hatiku.

If it's make U happy..it can't be that bad..
Seperti membangun uno stako,
lapis demi lapis, mempertimbangkan kapan...
harus menarik dan menahan nafas,
memilah tepi mana dan celah mana,
bersikap dan merasa.

Hal paling mengerikan dari suatu hubungan,
kita terkadang merasa lebih pintar dari yang merasakan,
kita merasa senang lebih senang...
sedih lebih sedih..sakit lebih sakit..

Sad

Now I feel it...

Khawatir sgt yg mencekam..
Well, got to let it go.

Take care.

Mata Bicara
Hari ini jiwa googlenya keluar dengan tiba-tiba. I was like..hmm, just to see the image. Maybe BW maybe colorful, maybe small, or even extra large.

Rupanya banyak cerita masa lalu yang bermunculan di tiap frame. Senyuman malu-malu, biadab hinggu sinar mata aku-jatuh-cinta. Bisa jadi dengan sahabat, pacar, ataupun hidup itu sendiri.

Saya jadi membandingkannya dengan frame akhir-akhir ini.

Kalau kata seorang sahabat, begitulah hidup. Membuat kita lebih dewasa, merasakan pahit getirnya hari-hari. Tapi buat saya, itu seakan mematikan percikan kembang api yang belum sampai di ujung.

I miss those eyes. Mata yang tersenyum dengan bahagianya, bukan mata yang waspada dan berjaga-jaga. Well, maybe someday, if I declare my love again. Just, maybe =)


Sejengkal Jarak Kebenaran
I miss you lover.

Mereka katakan kamu sesosok manusia. Sebuah status. Nama belakang.

Kau bukanlah semua itu, kau adalah substansi yg paling cair dan paling rekat. Kau mampu mengikuti lekukku yang tak sempurna dan menutupnya dengan kepribadianmu.

Kau adalah molekul terkecil dan maha luas. Kau bisa masuk begitu dalamnya, mengisi lubang hatiku, membuatku merasa begitu lengkap sekaligus begitu goyah ketika kau jauh.

Malam-malam kulalui dengan gambaran wajahmu begitu dekat, seakan-akan nafasmu adlh oksigen hidupku. Dan kau menghilang setiap kali ku membuka mata, hanya utk meyakinkan bhw ku blm jatuh gila.

Batin kita lekat dan kuat. Satu tampikan membuatku sakit, tapi satu senyuman meruntuhkan patah hatiku dan menyusunnya kilat secara ajaib.

Bangunkan aku dari mimpi burukku ini. Karena inti dari cinta, hubungan, dan komitmen adalah dua orang pribadi. Bukan seluruh atmosfer diantara mereka.


0 comments: